AS MENCATAT JUMLAH KASUS CORONA VIRUS TERTINGGI DALAM SATU HARI, DUKUNGAN SUARA TRUMP MEROSOT

Data dari Johns Hopkins University menunjukkan 77.255 kasus baru pada hari Kamis 16 Juli 2020

Tenaga medis militer dikerahkan untuk membantu California dan Texas

AS telah melaporkan total kasus Covid-19 baru tertinggi dalam satu hari sejauh ini, dengan jajak pendapat baru yang dirilis pada hari 17 Juli 2020 menunjukkan bahwa Donald Trump terus kehilangan dukungan sebagai akibat dari tren yang mengkhawatirkan.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins, 77.255 kasus baru dilaporkan di AS pada 16 Juli, mencatatkan rekor pertama kalinya jumlah kasus harian melampaui 70.000.

Catatan ini merupakan total kasus harian tertinggi untuk seluruh dunia selama pandemi sejauh ini. AS sejauh ini merupakan negara yang paling parah terkena dampak Covid-19 dalam hal jumlah kasus dan kematian, dengan lebih dari 3,5 juta infeksi yang telah dikonfirmasi dan lebih dari 138.000 kematian.

Negara-negara di selatan dan barat yang disebut sebagai “sabuk matahari” AS telah sangat kewalahan, hal itu membuat pemerintah menggerakan tim medis militer di daerah bagian Texas dan California untuk membantu rumah sakit yang dibanjiri oleh pasien Covid-19.

Di California, dokter militer, perawat dan spesialis perawatan kesehatan lainnya sedang dikerahkan ke delapan rumah sakit yang kekurangan staf di tengah jumlah kasus yang telah memecahkan rekor ini. Di Houston, tim medis yang terdiri dari 86 orang bekerja untuk mengambil alih sayap pusat medis United Memorial.

Texas juga melaporkan 10.000 kasus baru untuk hari ketiga secara berturut-turut pada 16 Juli, dan 129 kematian tambahan.Sementara itu, California melaporkan total kasus terkonfirmasi dalam dua hari terbesar, hampir 20.000, bersama dengan 258 kematian selama 48 jam. Ada lebih dari 8.000 orang di rumah sakit yang telah dites positif terkena virus korona atau diduga mengidapnya.

Sementara itu, penanganan krisis yang dilakukan oleh presiden Trump terus mendapat perhatian luas. Sebuah jajak pendapat Washington Post-ABC News menemukan bahwa 38% rakyat Amerika mendukung penanganan pandemi Trump, turun dari 46% di bulan Mei dan 51% di bulan Maret. Sebaliknya, rakyat Amerika yang mengkritik Trump secara bersamaan naik menjadi 60%, naik dari 53% di bulan Mei dan 45% di bulan Maret.

Para kritikus menuduh presiden mempolitisir pandemi itu, presiden Trump berulang kali mengabaikan saran dari para pakar kesehatan masyarakat, dan malah menekan gubernur berpartai Republik untuk mengikuti jejaknya untuk fokus pada pemilu di bulan November nanti. Baru-baru ini pemerintahan Trump telah mencanangkan untuk membuka kembali sekolah-sekolah sesegera mungkin. Langkah tersebut merupakan bagian dari upayanya untuk memulai ekonomi dengan cepat, meskipun ada masalah keamanan.

Read More